Mrdreofzhongwenxi’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Quote/Kutipan: We still gotta kick some ass!/Kita masih harus menghajar mereka!

Posted by mr dre pada Mei 24, 2017

Source: Quote/Kutipan: We still gotta kick some ass!/Kita masih harus menghajar mereka!

Iklan

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Bab 5-2 Benua Pertempuran

Posted by mr dre pada November 4, 2016

Hai Semua, Berikut bab baru Benua Pertempuran Bab 5-2! Ayo jangan lupa dukung terus terjemahan ini dengan menyumbang ke BCA 6610342891 an Harini Septarina. Ingat setiap Rp. 70.000 saya akan mengelu…

Source: Bab 5-2 Benua Pertempuran

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

China vs Tibet: Budaya vs Modernisasi

Posted by mr dre pada April 20, 2008

Persoalan China – Tibet yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini memang sudah sangat panjang. Siapa yang menyangka bahwa akar permasalahan dari berbagai keributan yang muncul menjelang Olimpiade Beijing ini ternyata adalah sebuah gerakan kaum komunis China yang dilakukan pada tahun 1950? Kenyataan inilah yang akan coba dibahas pada tulisan kali ini.
Pada saat perang pembebasan China pada 1949, salah satu janji yang diberikan oleh pihak PKC adalah persamaan hak dari setiap orang, yang diwujudkan dalam penghapusan kelas masyarakat. Secara praktis, ini berarti merombak susunan social masyarakat lama yang bertumpu pada penguasa tuan tanah sebagai “raja kecil” pada daerah yang dimilikinya. Dalam hal ini, mereka berlaku sebagai kaum kapitalis (karena mereka satu-satunya yang memiliki kapital, tanah) dan para petani penggarap dan penyewa adalah kaum buruh (yang diperas tenaganya oleh kaum kapitalis).
Secara praktis, janji ini dipraktekkan dalam sebuah gerakan yang dinamakan land reform. Gerakan ini, di samping perang pembebasan dan pengusiran Jepang dari tanah China, menjadi legitimasi valid dari kekuasaan PKC di tanah China. Berkat tiga hal itulah kekuasaan PKC di tanah RRC diakui oleh rakyat banyak. Gerakan ini kemudian dilakukan ke seluruh penjuru China, dan pada aneksasi (baca: pembebasan) Tibet pada 1950, gerakan ini juga dilakukan.
Pada awal masuknya tangan-tangan PKC ke tanah Tibet, Dalai Lama sebagai Lama yang tertinggi mengakui kekuasaan PKC atas tanah PKC. Sayangnya, ketika gerakan ini direalisasikan, ternyata mengalami resistensi dari kaum aristokrat. Kaum aristokrat ini adalah kaum bangsawan yang menguasai penguasaan tanh dan berbagai harta kekayaan lain (sistem sosial masyarakat Tibet adalah penguasaan kekayaan dan kapital ekonomi pada golongan Lama/petinggi agama dan aristokrat/bangsawan yang hanya berjumlah 3% – 5% dari seluruh jumlah penduduk Tibet pada masa itu).
Yang menjadi masalah, sebagaimanahalnya berbagai kebudayaan di mana agama memegang peran sebagai penyambung kepercayaan rakyat, apalagi ditambah penokohan kharismatik pada diri Dalai Lama, rakyat mengakui dan menjalani kehidupan dengan senang hati. Kelihatannya, terlepas dari berbagai perubahan dan modernisasi yang dilakukan China, masyarakat Tibet masih tetap berpegang pada kepercayaan pada Dalai Lama dan masih berpegang pada kebudayaan lama yang religius.
Pada masa awal land reform inilah susunan masyarakat Tibet mengalami fase perombakan sosial besar-besaran. Dengan mengumandangkan semangat revolusi dengan cara kekerasan ala Marx, pelaksanaan land reform dilakukan dengan cara-cara yang brutal, yang ditujukan kepada kaum aristokrat dan kaum Lama yang selama ini menjadi pihak yang hidup sejahtera.
Pelaksanaan land reform yang dilakukan dengan cara kekerasan inilah yang menimbulkan resistensi besar dari rakyat Tibet. Berdasarkan film semi-dokumenter “Kundun”, pelaksanaan gerakan dilakukan dengan cara pembunuhan dan tentu saja ini berlawanan dengan sikap hidup mereka selama ini yang berdasarkan pada sikap anti kekerasan. Jelas saja, tindakan-tindakan tentara pembebasan (PLA) mendapat perlawanan dari rakyat.
Dari paparan di atas, bisa dilihat bahwa permasalahan China-Tibet adalah permasalahan yang berdasar dari permasalahan budaya yang berlawanan. Budaya Marxisme-Komunisme mendasarkan revolusi yang harus dilakukan dengan kekerasan, sementara budaya Tibet mendasarkan diri pada sikap anti kekerasan yang sangat kental, sesuai dengan citra Dalai Lama yang dikabarkan merupakan titisan dari Buddha kasih sayang (walaupun Buddha Lamaisme cukup berbeda dengan ajaran Buddha pada umumnya, misalnya saja makan daging atau perlakuan terhadap orang yang meninggal).
Permasalahan ini sangat terlihat dalam pelaksanaan land reform tersebut. Militer China (PLA) melakukan berbagai kekerasan, sementara pihak sipil Tibet melakukan tindakan tidak melawan. Tentu saja kondisi yang berbeda belum tentu akan ditemukan pada masa ini, apalagi bila melihat dari kenyataan di lapangan bahwa belum tentu yang melakukan tindakan anarki di Tibet (pada masa kini) adalah tentara Tibet, tapi merupakan propaganda dan agitasi yang dilakukan oleh sipil untuk mendiskreditkan China.
Misalnya saja, dari toko yang dirusak. Kenyataannya, kebanyakan toko yang dirusak adalah toko milik orang Han (suku mayoritas di China), dan bukan milik suku minoritas Tibet. Berbagai foto yang muncul ke luar juga adalah foto rekayasa atau foto palsu yang bukan dari kejadian yang sebenarnya. Wartawan, yang katanya dihalang-halangi untuk masuk ke Tibet, juga ternyata tidak mengalami halangan berarti (kesaksian seorang wartawan senior Kompas). Jadi apa benar bahwa militer China melakukan tindakan represif dan anarkis di Tibet?
Sebaliknya, banyak juga kejadian “anti-China” yang muncul akhir-akhir ini ternyata hanyalah akal-akalan. Misalnya saja kejadian “rebutan” obor Olimpiade yang terjadi baru-baru ini. Banyak yang mengatakan bahwa orang yang “merebut” ternyata juga adalah orang yang ikut terlibat dalam demo pro-China. Ini mungkin dilakukan untuk memobilisasi rakyat dan meningkatkan rasa nasiolnalisme penduduk China.
Apapun, yang menjadi masalah adalah nasib Tibet sendiri. Pertarungan budaya vs modernisme yang diusung masing-masing pihak pada akhirnya akan kembali ke rakyat Tibet sendiri. Yang manakah yang akan menjadi masa depan Tibet? Bersama China dan menjadi besar, atau merdeka dan menjadi penentu nasibnya sendiri.

Posted in cina | 2 Comments »

Awal Munculnya Pemikiran-Pemikiran pada Zaman Cina Kuno

Posted by mr dre pada April 15, 2008

Pemikiran filsafat klasik merupakan salah satu kekayaan kebudayaan Cina kuno yang paling bisa dibanggakan. Biasanya orang selalu merujuknya pada Konfusianisme, yang sebenarnya hanya merupakan salah satu dari banyak aliran yang muncul di Cina kuno. Sebenarnya seperti apakah awal dari kemunculan banyak aliran tersebut?

Pemikiran Cina kuno mulai berkembang sejak masa dinasti Zhou Timur (770 – 256 SM), tepatnya pada masa Musim Semi dan Musim Gugur (nama yang diambil dari Spring and Autumn Annals). Pada masa ini, pemikiran dan berbagai negara bermunculan (semi) dan hancur (gugur) dengan banyaknya, hingga muncul perkataan “seratus bunga bermekaran seratus pemikiran bermunculan”. Pada masa ini juga muncul nama-nama besar seperti Kong Zi (Konfusianisme), Lao Zi (Dao), Mo Zi (Mohisme), Han Feizi (Legalisme) hingga jenderal besar seperti Sun Zi.

Perlu diingat bahwa bangsa Cina adalah bangsa yang menerapkan pemikiran yang inward looking sehingga dalam menghadapi masalah mereka selalu melihat pemecahannya dari dalam diri mereka sendiri. Hal yang sama berlaku juga pada masa itu. Peperangan yang terus berlangsung (hingga akhirnya kekuasaan mengerucut hingga 7 negara pada Warring States / Zhan Guo, yang akan dibahas pada posting lain) dicari akar permasalahannya dan pemecahannya dari dalam diri mereka sendiri.

Kesimpulan yang ditarik oleh sebagian besar dari pemikir-pemikir klasik itu adalah rusak dan korupnya masyarakat, yang menyebabkan runtuhnya kekuatan Cina sebagai pusat dunia (Zhongguo). Pemecahan masalah tersebut ada pada perbaikan yang dilakukan oleh diri sendiri, dengan cara yang berbeda pada masing-masing aliran. Pada akhirnya aliran-aliran ini sendiri berebut pengaruh dan dipedomani oleh masing-masing negara.

Pemikiran-pemikiran ini terus berkembang dengan coraknya masing-masing, dan pada akhirnya, aliran yang berkembang pesat dan bertahan bahkan hingga kini adalah Konfusianisme (yang telah diperbarui pada zaman Tang), Daoisme (yang kini banyak berkembang, bahkan menjadi agama sendiri) dan Buddhisme (yang telah mengalami sinifikasi dan berbeda dengan corak agam Buddha India). Dari semua aliran ini, yang bukan berasal dari Cina dan muncul pada masa yang berbeda (Buddhisme datang pada masa dinasti Han Barat pada abad ke-1) hanyalah Buddhisme dan itupun telah mengalami sinifikasi sehingga sangat kental dengan warna “Cina” di dalamya.

Pola-pola pemikiran inilah yang kemudian menjadi dasar dari segala perbuatan orang Cina. Satu hal yang menjadi persamaan dari aliran-aliran ini adalah penekanannya pada hal moralitas. Ini berbeda dengan corak filsafat Barat yang menekankan pada kontemplasi dan pencarian kebenaran. Pola filsafat Cina muncul untuk menjawab pertanyaan mengenai kenegaraan dan bagaimana “mengatur” manusia (sistem kontrol sosial masyarakat), coba bandingkan dengan pola Socrates, Plato dan Aristoteles yang pada awalannya lebih bersifat metafisis.

Perlu diingat bahwa filsafat ini muncul untuk menjawab pertanyaan bagaimana mengatur manusia dan menciptakan negara yang kuat (dipercaya bahwa sejak dulu tujuan dari para intelektual adalah membuat negara kaya dan kuat / fu qiang). Oleh karena itu, tidak heran bahwa filsafat yang muncul juga membawa corak yang sama. Misalnya saja, Konfusianisme yang menekankan pada pendidikan moral untuk menciptakan masyarakat sejahtera, atau oposannya, legalisme, yang menekankan pada penerapan hukum untuk mengatur masyarakat dan manusia yang “jahat”.

Bahasan mengenai kebudayaan dan pemikiran Cina akan sangat sulit dan panjang untuk dijelaskan. Untuk selanjutnya saya mengharapkan komentar dan pertanyaan serta tanggapan dari pembaca mengenai kebudayaan Cina. Saya akan coba menanggapi dengan penjelasan yang lebih rinci lagi.

Cu@d next post…

Posted in cina, filsafat | 3 Comments »

Sup Sumpit Giok

Posted by mr dre pada April 7, 2008

Di Wenchow, Propinsi Chekiang, hiduplah seorang anak laki2 bernama Hsiao Chen. Suatu malam seorang Dewa berpakaian perang emas muncul di mimpinya dan berkata, “Nak, kamu hanya akan hidup sampai umur 18 tahun.” Ketika Hsiao Chen terbangun, dia merasa takut. Dia merasa sedih karena akan meninggal di usia yang masih sangat muda.

Ayah Hsiao Chen adalah seorang pejabat. Dia sangat jujur, sehingga dinaikkan pangkatnya dan dikirim ke Szechuan, propinsi lain yang letaknya jauh. Hsiao Chen tidak mau meninggalkan rumahnya, karena dia tahu dia tidak dapat hidup lama. Ayahnya tidak mengetahui mimpinya, sehingga memaksanya ikut.

Keesokan harinya setelah ayahnya sampai di tempat tugasnya yang baru, para pegawai di sana menyiapkan pesta penyambutan, dan tentu saja Hsiao Chen diundang. Pada pesta2 istimewa di Szechuan, setelah tiga hidangan dikeluarkanlah hidangan utama yang disebut sup sumpit giok.

Cara membuat sup tersebut sangat kejam, mereka memanaskan sumpit besi sampai merah membara, lalu menusukkannya ke kantong susu di bagian bawah sapi. Susu di sana akan menempel di sumpit, sehingga ketika mereka menariknya keluar, sumpit tersebut akan terlihat seperti giok, dan orang2 berpikir rasanya enak.

Ketika Chen menunggu makan malam dimulai, dia secara kebetulan sampai di dapur. Dia melihat seekor sapi diikat ke tiang pancang dan sepasang sumpit besi terpanggang di bara panas. Dia bertanya kepada juru masak apa yang sedang terjadi, dan juru masak memberitahu apa yang akan mereka lakukan. Ketika Chen mendengarnya, dia lari kembali ke ayahnya dan memohon ayahnya untuk menghentikan hal itu. Dia berkata, “Mereka akan menusukkan sumpit besi yang panas ke kantong susu yang dimiliki sapi hanya untuk membuat hidangan lezat, tapi pikirkan betapa besar penderitaan sapi tersebut. Tolonglah ayah, hentikan mereka! Jangan biarkan mereka membuat hidangan yang mengerikan ini!”

Ayahnya adalah orang yang baik, sehingga dia langsung memerintahkan untuk mengganti menu makanan dan melepaskan sapi itu.

Beberapa malam kemudian, Dewa yang mengenakan baju emas itu muncul lagi di mimpi Hsiao Chen. Kali ini dia berkata, “Nak, kamu telah melakukan perbuatan baik. Kamu tidak akan meninggal di usia muda, dan lagi, kamu akan sangat sukses sampai suatu hari kamu akan menjadi salah satu pejabat terpenting di seluruh Cina. Ini karena kamu mempunyai hati yang baik.” Hsiao Chen kemudian mempunyai jabatan yang sangat tinggi di pemerintahan, dan dia hidup lebih dari 90 tahun.

Dari Buku “Mencintai Kehidupan

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

I Love You…

Posted by mr dre pada April 5, 2008

When U Were Only 5 Yrs Old
I Said I Love U…
U Asked Me: “What Is It?”

When U Were 15 Yrs Old
I Said I Love U…
U Blushed.. U Look Down And Smile.

When U Were 20 Yrs Old
I Said I Love U…
U Put Ur Head On My Shoulder And Hold My Hand…
Afraid That I Might Disappear…

When U Were 25 Yrs Old
I Said I Love U…
U Prepare Breakfast And Serve It In Front Of Me, And Kiss My Forhead
and Said: “U Better Be Quick, It’s Gonna Be Late…”

When U Were 30 Yrs Old
I Said I Love U…
U Said: “If U Really Love Me, Please Come Back Early After Work…”

When U Were 40 Yrs Old
I Said I Love U…
U Were Cleaning The Dining Table And Said: “Ok Dear, But It’s Time For
U To Help Our Child With His/Her Revision…”

When U Were 50 Yrs Old
I Said I Love U…
U Were Knitting And U Laugh At Me…

When U Were 60 Yrs Old
I Said I Love U…
U Smile At Me…

When U Were 70 Yrs Old
I Said I Love U…
We Sitting On The Rocking Chair With Our Glasses On.
I’m Reading Your Love Letter That U Sent To Me 50 Yrs Ago.
With Our Hand Crossing Together…

When U Were 80 Yrs Old
U Said U Love Me!
I Didn’t Say Anything But Cried…

That Day Must Be The Happiest Day Of My Life!
Because U Said U Love Me!!!

Please Appreciate Your Loved Ones…
Say “I Love You” To Them When U Have The Chance Now!!!

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Surat Putus Cinta (Breaking up letter). Kacau… lucu banget

Posted by mr dre pada April 5, 2008

YOU WILL LOUGH TO READ THIS ONE THRU…….. …..JUST A JOKE BUT IT MAY HAPPENING IN OUR SOCIETY….. …….ENJOY IT…

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ===

SURAT CINTA MBAK SUM.

mBak Sum; bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya bernama Robbie, seorang bule dari Amerika,
Akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya.
mBak Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris & kamus tebal.
Isi suratnya sbb :

Hi Robbie, with this letter I want to give know you (hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu) I WANT TO CUT CONNECTION US (SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA) I have think this very cook cook (saya telah memikirkan hal ini masak masak) I know my love only clap half hand (saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan) Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes and head myself (sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur dI kota dengan mata kepala saya sendiri) You always ask apology back back times (kamu selalu minta maaf berulang ulang kali) You eyes drop tears crocodile (matamu mencucurkan airmata buaya) You correct correct a man crocodile land (kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat) My Friend speak you play fire (teman saya bilang kamu bermain api) Now I know you correct correct play fire (sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api) So, I break connection and pull body from love triangle this (jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini) I know result I pick this very correct, because you love she very big from me (saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya) But I still will not go far far from here (namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini) I don’t want you play play with my liver (saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya) I have been crying night night until no more eye water thinking about your body (saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu) I don’t want to sick my liver for two times (saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya) Safe walk, Robbie (selamat jalan, Robbie) Girl friend of your liver (kekasih hatimu)
Note:
this river I forgive you, next river I kill you !
(kali ini aku maafkan kamu, kali lain kubunuh kau !)

Posted in humor | Leave a Comment »

Menolong Orang Lain Sama dengan Menolong Diri Sendiri (sebuah mutiara hikmah dari Cina)

Posted by mr dre pada Maret 30, 2008

Ji Yun adalah seorang yang terpelajar pada jaman Dinasti Qing, juga merupakan seorang sastrawan. Dalam karyanya “Catatan Harian Yue Wei Cao Tang” menulis kisah tentang seorang yang tertolong karena telah menolong orang lain, yang hingga saat ini masih sangat bermakna untuk diresapi.

Kisah tersebut adalah sebagai berikut :
Di Kabupaten Xian ada seorang yg bermarga Shi, orang memanggilnya Pak shi, dan tidak seorangpun yang tahu nama lengkapnya. Pak Shi ini berjiwa besar dan lapang dada, juga bersifat jujur serta lurus, dan sangat membenci orang2 hina yang berkelakuan tidak terpuji.

Suatu hari dia baru saja hendak pulang ke rumah. Sesampainya di pusat kota dia melihat ada satu keluarga yang penampilannya seperti orang dari desa : suami, istri, serta seorang anak yang masih kecil, tiga orang saling berpelukan sambil menangis sedih. Para tetangga di sekitar sana menjelaskan, karena mereka berhutang banyak kepada tengkulak, sang suami hendak menjual istrinya agar dapat melunasi hutang. Kedua suami istri ini sangat mengasihi satu sama lain dan tidak rela untuk berpisah. Selain itu anak mereka masih sangat kecil dan membutuhkan ASI. Kesedihan yang amat sangat meliputi mereka sekeluarga.

Pak shi bertanya. “Berapa hutang mereka?”. Tetangga menjawab, “30 keping emas”. Pak shi bertanya lagi, “Istrinya akan dijual dengan harga berapa?” Tetangga menjawab, “Dihargai 50 keping emas, dijadikan istri muda oleh si pembeli.” Pak Shi bertanya lebih lanjut, “masih bisa dibatalkan dan ditebus kembali?” Tetangga itu menjawab, “Surat perjanjian sudah ditulis tapi emas belum diberikan, juga belum distempel cap jari, seharusnya masih dapat ditebus kembali.” Pak Shi langsung mengeluarkan 70 keping emas dan diserahkan pada sang suami sambil berkata, “Saya berikan 30 keping emas ini kepada anda untuk melunasi hutang anda, dan 40 keping emas ini untuk modal kalian membuka usaha. Jangan menjual istri anda.”

Sang suami setelah memperoleh uang 70 keping emas ini, ia dan istrinya sangat berterima kasih pada Pak Shi. Kemudian Pak Shi diundang untuk makan malam bersama di rumahnya, disuguhi dengan masakan dan arak terbaik dan pelayanan yang hangat. Di sela makan malam sang suami menggendong anak mereka dan mencari alasan meninggalkan Pak Shi berdua dengan istrinya sambil memberikan kode pada istrinya dengan lirikan mata yang maksudnya meminta istrinya “membalas kebaikan dengan tubuhnya”. Sang istri mengangguk tanda setuju. Tak lama berselang sang istri mulai memberikan tanda2 pada Pak Shi, yang segera disadari oleh Pak Shi. Raut wajah Pak Shi mendadak berubah menjadi serius dan menghardik dengan penuh wibawa, “Saya dulu pernah menjadi perampok, kemudian saya berubah haluan dan menjadi petugas keamanan. Saya pernah membunuh orang tanpa pandang bulu. Jika saya sekarang memanfaatkan kesempatan ini untuk menodai istri orang berarti saya sungguh tidak berperikemanusiaan. Hal ini tidak
bisa saya lakukan!! Selesai berkata, Pak Shi langsung keluar meninggalkan rumah mereka.

Setengah bulan kemudian, tempat kediaman Pak shi terbakar api di tengah malam. Saat itu bertepatan dengan berakhirnya masa panen musim gugur, setiap rumah di sekitar situ dipenuhi dengan padi dan hasil panen lain yang melimpah. Angin yang bertiup semakin cepat mengobarkan api sehingga meluas ke mana2. Pak Shi sekeluarga 3 orang, karena merasa tidak mungkin lagi menyelamatkan diri, ia hanya bisa pasrah dengan anak dan istrinya menunggu kematian. Mendadak mereka mendengar suara berbicara yang bergemuruh, “Cepat singkirkan nama keluarga Pak Shi dari daftar rumah-rumah yang harus dibakar itu, tidak boleh membakar rumah Pak Shi.” Menyusul kemudian suara yang menggelegar dari angkasa, tembok belakang rumah Pak Shi tiba2 roboh. Lengan kiri Pak Shi menggendong istrinya dan lengan kanan menggendong anaknya menerobos keluar lewat lubang yang menganga di tembok, ibarat di punggungnya tumbuh sayap, dengan sekali lompatan Pak Shi berhasil meninggalkan rumah itu cukup jauh.

Setelah kebakaran itu reda, orang2 mulai mendata kembali kerugian yang timbul, jumlah korban jiwa yang meninggal totalnya ternyata mencapai 90 % dari seluruh penduduk desa itu. Pak Shi sekeluarga termasuk salah satu yang beruntung masih selamat dari tragedi itu. Yang lebih aneh lagi, harta bendanya termasuk persediaan makanan mereka hasil panen yang melimpah tidak ada yang rusak sama sekali. Setelah tembok belakang rumahnya yang roboh itu diperbaiki lagi, rumahnya telah kembali seperti sediakala.

Para tetangga Pak Shi semuanya menangkupkan kedua telapak tangan mereka di depan dada, bersyukur atas keselamatan keluarga Lao Shi, dan berkata, “Dulu kami masih mentertawakan anda adalah seorang yang bodoh, memberikan begitu saja 70 keping emas anda kepada orang yang sama sekali tidak anda kenal! Sungguh tidak disangka, anda telah menyelamatkan nyawa anda sekeluarga hanya dengan 70 keping emas! Anda harus berterima kasih kepada Dewa atas perlindungan terhadap anda sekeluarga!”

Ji Yun juga menambahkan dalam bukunya, “Saya berpendapat, Pak Shi sekeluarga sudah barang tentu akan mendapatkan perlindungan dari Para Dewa. Pahala dari memberikan emas ini, porsinya hanyalah 40 % saja, akan tetapi menolak menodai istri orang lain pahalanya adalah 60 %.”

Dari sini dapat kita simpulkan, menolong orang lain sesungguhnya adalah menolong diri sendiri, tidak menodai kaum wanita, menjaga dan mengekang diri, merupakan hal yang paling penting dalam hidup sebagai seorang manusia. Satu ucapan dari manusia didengarkan oleh Langit, satu kelakuan dari manusia Diperhatikan oleh Langit.

Kebaikan dan kejahatan pasti akan ada balasannya, waktu pembalasan itu pasti akan tiba.

Dikutip dari : “The Epoch Times” tgl 3 Oktober – 9 Oktober 2007

Posted in sekedar kontemplasi | Leave a Comment »

permohonan seorang hamba pada rajanya saat minta jodoh

Posted by mr dre pada Maret 23, 2008

Ya Tuan…

Aku mencintai dia, maka jadikanlah kami jodoh…

Kalau dia memang untukku, maka jodohkanlah kami

Kalau dia bukan jodohku, maka buatlah dia jadi jodohku.

Kalau jodohku adlah orang lain, maka buatlah orang lain itu jadi (istri) yang kedua

Kalau jodohnya bukanlah aku, maka jadikanlah aku suami(/istri)nya dan jauhkanlah jodohnya itu

Kalau dia sudah mentok dengan yang itu, buatkan dia detour menuju diriku

Kalau aku yang sudah mentok dengan yang lain, maka berikan aku kekuatan untuk memasukkan gigi mundur dan meniti jalan menuju dirinya

kalau kau yang tidak meridhoi, berikan aku kekuatan untuk menjatuhkanmu dari singgasanamu dan jadikan dia sebagai permaisuriku.

Tuan… cintaku sudah mentok, ke tembok ratapan cintanya.

harapanku sudah terbentur  hanya pada senyuman manisnya.

Tolong Tuaaaaannnnn… jadikan diriku untuknya dan dirinya untukku!

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

tentang ayat-ayat cinta

Posted by mr dre pada Maret 17, 2008

filmnya sih lumayan… tapi gak se”nendang” novelnya. emang sih berbeda kalo liat novel dan filmnya, karena penyajiannya juga beda, tapi sayang tuh, gue gak sampe nangis liat filmnya. padahal kalo baca novelnya gue sampe nangis minimal 2 kali tiap baca (padahal gue udah baca 4x)…

banyak bagian yang bagus yang dipotong. mungkin memang untuk menghindari kontroversi, tapi malah kehilangan sebagian nilai yang baiknya. terus juga ada beberapa bagian yang aneh, misalnya pas Fahri ditangkap, masa Aisha keluar dengan tanpa jilbab? Padahal walaupun di rumah, aturan seorang muslimah (apalagi yang pake cadar sepertiAisha) pastinya minimal pake jilbab lagi.

bagian talaqqi syaikh Usman harusnya pakai suara Fedi sendiri, begitu juga dengan adegan Carissa Putri baca surat Maryam, harusnya bisa lebih bagus, minimal sesuai dengan cara baca standar.  bagian paling akhir memang rawan dengan kontroversi, tapi harusnya bisa disajikan dengan lebih baik, minimal adegan Maria meninggal bisa dibuat lebih dramatis (karena itu bagian gue nangis paling kencang) karena di novel dia meninggal dengan dzikir yang gak terputus.

tolong untuk mas hanung, lain kali jangan dihilangkan dong bagian yang dramatisnya, karena mengurangi keasyiasn menonton. memang sulit untuk membuat sebuah novel menjadi film, tapi saya masih senang karena setidaknya tidak jadi se’ancur’ Harry Potter…

Wassalam

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »