tentang ayat-ayat cinta
Ditulis oleh mr dre di/pada Maret 17, 2008
filmnya sih lumayan… tapi gak se”nendang” novelnya. emang sih berbeda kalo liat novel dan filmnya, karena penyajiannya juga beda, tapi sayang tuh, gue gak sampe nangis liat filmnya. padahal kalo baca novelnya gue sampe nangis minimal 2 kali tiap baca (padahal gue udah baca 4x)…
banyak bagian yang bagus yang dipotong. mungkin memang untuk menghindari kontroversi, tapi malah kehilangan sebagian nilai yang baiknya. terus juga ada beberapa bagian yang aneh, misalnya pas Fahri ditangkap, masa Aisha keluar dengan tanpa jilbab? Padahal walaupun di rumah, aturan seorang muslimah (apalagi yang pake cadar sepertiAisha) pastinya minimal pake jilbab lagi.
bagian talaqqi syaikh Usman harusnya pakai suara Fedi sendiri, begitu juga dengan adegan Carissa Putri baca surat Maryam, harusnya bisa lebih bagus, minimal sesuai dengan cara baca standar. bagian paling akhir memang rawan dengan kontroversi, tapi harusnya bisa disajikan dengan lebih baik, minimal adegan Maria meninggal bisa dibuat lebih dramatis (karena itu bagian gue nangis paling kencang) karena di novel dia meninggal dengan dzikir yang gak terputus.
tolong untuk mas hanung, lain kali jangan dihilangkan dong bagian yang dramatisnya, karena mengurangi keasyiasn menonton. memang sulit untuk membuat sebuah novel menjadi film, tapi saya masih senang karena setidaknya tidak jadi se’ancur’ Harry Potter…
Wassalam