Ini mungkin merupakan salah satu karya terbesar dari umat manusia. Kitab Dao De Jing ini adalah sebuah kitab yang dibuat oleh guru besar dan mpu dari semua filsafat klasik Cina, Lao Zi. Kitab ini berisi ajaran moral yang sangat luhur dan bahkan, dalam banyak hal, disetarakan dengan karya-karya para filsuf besar Yunani.
Kita tentunya tidak bisa melakukan studi komparasi secara gamblang mengenai kedua filsafat, barat (Yunani) dan timur (Cina), yang menjadi tempat awalan dari perkembangan filsafat di seluruh kawasan karena perbedaan sifatnya yang sangat jauh. Filsafat Barat sedikit banyak menyorot pada segi epistemologi dengan menitikberatkan pada perkembangan filsafat ilmu pengetahuan, sedangkan filsafat timur banyak berkutat pada pengembangan moral manusia untuk mencapai tingkatan yang lebih luhur (junz, dalam Konfusianisme). Jadi, tulisan ini akan membahas Dao dari filsafat Cina saja.
Dao, secara harfiah, artinya jalan. Dalam artian “jalan” yang harus ditempuh manusia untuk mencapai keselarasan. Seluruh aliran mainstream filsafat Cina (Daoisme, Konfusianisme dan Buddhisme) merujuk pada Dao sebagai “tujuan akhir”. Daoisme Lao Zi merujuk Dao sebagai satu cara “keselarasan” yang menghubungkan manusia dengan alam. Dao adalah sebuah “cara” yang dilakukan manusia untuk mencapai kehidupan yang selaras dan serasi dengan alam. Dao ada dalam hubungan antara manusia dengan alam.
Dalam kaitannya itulah, Dao De Jing menjadi sebuah kitab rujukan (biarpun bentuknya seperti teka-teki atau puisi) untuk mencapai keselarasan antara manusia dengan alam.
Sejujurnya, gue sendiri juga gak terlalungerti baca Dao De Jing. Baca yang udah diterjemahin aja susah banget, apalagi yang masih pake wenyanwen (bahasa Cina klasik). Beruntunglah, R. L. Wing sudah memberikan ulasan dan penjelasan atas apa yang dimaksud oleh Lao Zi. Coba sekali-kali temen-temen baca deh… Resapi dengan baik dan… Silakan pusing!