Mrdreofzhongwenxi’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Oktober, 2007

pantulan hatiku padamu

Ditulis oleh mr dre di/pada Oktober 26, 2007

Pantulan hatiku padamu

Beberapa kali kulihat terangnya mentari dalam senyummu
Terkadang pula kulihat indahnya bulan yang kausuka dari wajahmu
Teringat ku akan masa kecilku di saat kau manjakanku
Kau paksa pula aku dewasa ketika rajukan dan manjamu dating

Telah lama kita saling mengenal…
Namun baru kali ini ku rasakan ada sesuatu yang berbeda
Kau obrak-abrik hatiku dengan tingkah lakumu
Dan kau tenangkan diriku dengan nasihat dan senyum manismu

Beberapa minggu terakhir ini bagaikan mimpi bagiku…
Akankah ini hanya akan menjadi mimpi belaka?
Atau akan terus menjadi suatu cerita?
Bagi kita berdua…

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

The Story of Riko 1st Chapter

Ditulis oleh mr dre di/pada Oktober 26, 2007

Kenalin dulu… Nama gue Riko. Gue sekarang kuliah di salah satu Universitas terkemuka di kota Jakarta yang gila ini. Selain jadi mahasiswa, gue juga jadi seorang penyiar radio di salah satu radio swasta yang juga oke punya, tapi jangan pernah lo nyamain gue sama si Riko ceper, cause i’m not him. Acara gue tayang pas jam 10.30 malam hari Kamis, namanya Friday Night, Bring it out!!! Acara ini isinya buangan “sampah” dari semua rakyat Indonesia, dari yang udah bulukan ampe yang “fresh from the oven”. Jadi buat lo semua yang punya cerita kisah hidup yang perlu di”buang” silakan telv ke nomer 08xxxxxxxxx.

File 1: Teen’s monkey love

Jadi penyiar radio yang programnya curhat emang gampang-gampang susah… Kita kudu siap-siap denger cerita dari yang konyol, sedih, tegang ampe yang bikin “adek kecil” pasang kuping juga. Di minggu pertama on air, cerita yang masuk semuanya cinta monyet konyol (sebenarnya emang itu sih temanya…). Cerita kurang seru tapi kita yang cape cari pemecahannya… Oh My God!!! Untungnya ada satu yang lumayan bikin gue bisa ketawa lepas, apalagi sang kontributor gak minta saran dan cuma bagi-bagi cerita aja…

Ini hari ketiga kita siaran. Acara udah gue buka kira-kira 10 menit yang lalu dan sekarang gue baru muter satu nomor lawas dari Frente, Bizarre Love Triangle, yang ampe sekarang juga masih oke banget ketika nomor line-in berdering. Doi ternyata seekor anak SMA yang lagi cinta ama monyet, eh… maksud gue lagi cinta monyet. Nama doi Jacky (so pasti samaran…). Gue mau ngasih cerita ini karena ternyata cerita beliau ini yang paling berkesan dari sekian cerita di minggu pertama acara ini. Jadi, begini ceritanya…
Cerita ini terjadi pas lagi masa kampanye Pemilu 2004 kemarin. Jadi ceritanya bung Jacky ini jurkam muda salah satu parpol yang inisial pertamanya P (ya iyalah… mana ada yang inisial depannya Z gitu…). Jadilah beliau berkeliling Jakarta untuk menjajakan parpolnya kepada siapapun yang berminat mendengarkan, hingga sampailah beliau pada suatu malam di kawasan Mxxxxxm yang terkenal dengan kehidupan malamnya yang gemerlapan.
Di sana beliau berkenalan dengan seorang gadis muda yang (katanya) mirip Dian Sastrowardoyo (jadi biar gampang dia kita panggil Dian aja ya… Dian yang asli, sori banget atas kesengajaan ini, sori ya… No hard feeling loh!). Karena kebetulan beliau juga seorang yang doyan “jajan” untuk mentraktir “ade”nya maka ia pun mengeluarkan jurus rayuannya yang paling ampuh yaitu… dompetnya yang tebal! Setelah beberapa saat bernegosiasi, sehandal negosiasi Hamid Awaluddin di Helsinki dengan GAM, akhirnya harga sepakat dan mereka asik ber”ajep-ajep” ria. Menurut pengakuan bung Jacky, ini dia kategorikan sebagai cinta monyet, gelendotan di pohon sebentar, petik buahnya, makan, langsung buang kulitnya ke tanah.
Yang menarik, begitu acara selesai dan Dian diantar balik ke pangkalannya, bung Jacky kita memberikan setumpukan stiker partainya kepada Dian untuk dibagikan kepada rekan-rekannya dengan pesan untuk mencoblos partai itu pada Pemilu. Inilah contoh seorang jurkam yang sangat berdedikasi. Selalu ingat kepada tugas kapanpun dan di manapun.
Untungnya dia gak minta saran apa-apa sama gue. Coba kalo dia minta saran… bisa gila gue dibikin bingung sama dia. Well, itu tadi bung Jacky yang udah memberikan kontribusi ceritanya yang gue rangkum barusan… We’ll see you at the next file!

Ditulis dalam fiksi | Leave a Comment »

Soft Power China dan Pengaruhnya di Indonesia

Ditulis oleh mr dre di/pada Oktober 24, 2007

Profesor Joseph Nye mengemukakan sebuah konsep mengenai soft power, yaitu pengaruh yang dimiliki suatu negara melalui penerapan pendekatan non fisik (senjata). Konsep ioni kini semakin berkembang dan digunakan oleh banyak negara besar dalam menerapkan pengaruhnya di seluruh dunia.

Pada awalnya, konsep ini digunakan untuk menerjemahkan pengaruh yang dimiliki oleh Amerika, misalnya dalam hal kebudayaan, lifestyle ala Amerika dan lain-lain yang telah mendunia dan memberikan “pengaruh tambahan” terhadap segala diplomasi yang dilakukan oleh Amerika.

Kini, hal yang sama juga diterapkan oleh China dan juga telah juga disahkan oleh Presiden Hu Jintao dalam pidatonya pada Kongres Partai Komunis China ke 17 kemarin. ini sekaligus juga sebagai legitimasi politik terhadap beberapa langkah yang dilakukan oleh Presiden hu, misalnya saja dalam hal konferensi seniman se-Cina yang diadakan sebelumnya.

Pengaruh dari soft power Cina ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan yang berusaha di”terapkan” oleh China melalui pemerintah Indonesia. Misalnya saja keputusan dari pemerintah Indonesia untuk membatalkan rencana kedatangan Dalai Lama seiring dengan kedatangan beliau ke Australia. Contoh lain dari softpower tersebut misalnya ketika pemerintah China meminta Indonesia untuk melarang Falun Gong untuk beraktivitas di Jakarta.

Pengaruh ini ditumbuhkan oleh China melalui berbagai media, akan tetapi yang paling terlihat dan diunggulkan oleh China adalah misalnya dengan pendirian Konfusius Institute (Gongzi xueyuan). Pemerintah China menganggarkan US$ 3 juta untu pendirian di berbagai negara. Saat ini, sudah berdiri Konfusius Institute di lebih dari 50 negara dan di Indonesia sendiri akan didirikan 4 Konfusius Institute di beberapa kota.

Sekarang ini, pengaruh soft power China sudah semakin besar, apalagi dengan keputusan dari pemerintah RRC untuk memberikan perhatian lebih terhadap soft power ini sehubungan dengan tesis kebangkitan masyarakat harmonis (hexie shehui) yang diajukan.

Ditulis dalam cina | Leave a Comment »

Analisa Langkah Cina Menjelang 30 Tahun Reformasi

Ditulis oleh mr dre di/pada Oktober 16, 2007

Sebagai salah satu negara yang semakin berkembang dan menjadi soreotan dunia, geliat Cina perlu diperhatikan. Sejak 1978 mereka menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi tercepat dan terus memegang peranan besar dalam ekonomi dunia. Oleh karena itu, mengerti langkah-langkah Cina akan menjadi sangat penting untuk mengantisipasi naga ini.

Selama ini, pembangunan yang berorientasi pada ekonomi yang berbasis ekspor berhasil membawa Cina ke jajaran negara-negara elit yang diperhitungkan, sehingga diperkirakan akan bisa menjadi salah satu pesaing utama dari Amerika Serikat. Bahkan, beredar spekulasi di kalangan rekan penulis sesama sinolog bahwa perang dagang yang terjadi antara Cina dengan beberapa negara lain adalah plot yang dibuat oleh AS dalam rangka menghambat pertumbuhan Cina.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, memang Cina kemungkinan akan terus mempertahankan pembangunan dengan berorientasi ekspor. Akan tetapi, pembangunan ekonomi dalam negeri akan dilakukan dengan lebih meningkatkan konsumsi. Selama ini, salah satu penyebab dari besarnya ekspor Cina adalah rendahnya daya serap domestik terhadap barang produksi sendiri. Rakyat Cina bukanlah tipe masyarakat yang konsumtif, bahkan cenderung sangat menekankan pada saving, sehingga konsumsi domestik tidak sebanding dengan produksi dalam negeri.

Masyarakat kelas atasnya memang mulai mengarah konsumtif, akan tetapi mereka lebih menyukai barang impor bermerek karena nilai gengsinya. Dengan pola ekonomi sekarang (produksi tinggi, konsumsi rendah) maka ditakutkan ekonomi Cina akan overheating dan bahkan bisa jadi mengalami Great Depression seperti AS dulu, sehingga jalan meningkatkan konsumsi domestik harus diambil.

Masalah dalam negeri yang lain yang menarik adalah masalah korupsi dan kesenjangan sosial. Menurut laporan dalam pidato Hu Jintao dalam kongres kemarin, korupsi mengambil setidaknya Rp 800 trilyun uang negara dan dilakukan oleh hampir semua lapisan birokrasi di Cina. Korupsi masih menjadi momok yang besar di Cina, padahal pemberantasan terhadap korupsi sudah sejak lama ditetapkan pada masa PM Zhu Rongji. Untuk itulah pemberantasan korupsi masih menjadi salah satu program pembangunan utama Cina ke depannya.

Masalah kesenjangan sosial menjadi masalah domestik berikutnya yang menarik untuk diamati. Sebagai negara yang berhaluan sosialis-komunis sejak 1949, seharusnya kesenjangan sosial dan kelas masyarakat adalah hal yang tabu. Masyarakat Cina masih menganut sistem tanpa kelas sampai 1976 pada saat Mao Zedong berkuasa, akan tetapi Deng Xiaoping menyatakan “kaya itu mulia” dan kebijakan xia hai yang mengajak masyarakat untuk turun menjadi pengusaha swasta. Ini menimbulkan kelas “borjuis” baru di masyarakat Cina dan kembali menciptakan kesenjangan di dalam masyarakat, yang kini semakin melebar. Bahkan para penganut garis keras sosialis menyatakan bahwa Mao pasti akan “marah” melihat hal ini.

Kebijakan yang diambil Cina untuk mengatasi masalah ini perlu diamati. Sudah menjadi rahasia umum bahwa antara masyarakat kota dan desa terdapat jurang kesenjangan yang besar. Ini menyebabkan besarnya tingkat keinginan masyarakat pedesaan Cina untuk pindah ke kota dan mendapatkan hukou (tanda penduduk sekaligus sistem registrasi penduduk) kota, walaupun semntara dan hanya mendapatkan pekerjaan sebagai buruh migran yang menduduki kasta terendah dalam masyarakat perkotaan Cina.

Dalam hal hubungan lua negeri, Cina kemungkinan akan mengambil jalan netral. Ini berarti mereka akan mengambil kebijakan luar negeri yang tidak memihak dan berusaha mengambil peranan yang lebih besar dalam permasalahan global, selama itu tidak mempengaruhi perkembangan ekonomi dan politik mereka. Di luar itu, kelihatannya keinginan mereka dalam mengambil pengaruh baik di region maupun dalam tataran global akan terus dilanjutkan.

Langkah seperti ini sudah diambl dalam berbagai permasalahan global yang terjadi sejak awal milennium. Mereka tidak mengambil langkah terkait dengan serangan sepihak Amerika pada Timur Tengah. Mereka juga tidak bersuara dalam konteks pertikaian Israel dan dunia Arab. Ini kemungkinan karena negara-negara Arab sudah mengalokasikan sumber daya energi mereka ke dunia secara global. Sementara pada kasus Myanmar akhir-akhir ini, mereka diam, bahkan terkesan mendukung pemerintahan junta. Ini dikarenakan Myanmar diproyeksikan Cina akan menjadi sumber energi mereka di masa depan.

Masalah terakhir yang perlu mendapat perhatian adalah permasalahan Taiwan. “Propinsi” yang dianggap memberontak ini masih memperjuangkan kebebasannya dari Cina. Selama ini, pendekatan damai dan diplomasi masih menjadi langkah yang diambil oleh Cina dan mungkin masih akan menjadi langkah yang diambil ke depannya. Akan tetapi sampai kapan langkah ini akan diteruskan masih menjadi pertanyaan. Hingga saat ini, Cina masih terus meningkatkan kekuatan militer mereka dan jalan diplomasi juga masih buntu, terutama karena rendahnya keinginan Taiwan untuk unifikasi.

Selama Chen Sui-bian masih menjabat sebagai pemimpin Taiwan maka unifikasi tampaknya masih akan jauh panggang dari api. Saat ini, walaupun Cina sudah menjadi negara dengan belanja militer kedua terbesar di dunia setelah AS, militer Cina masih sangat lemah. Selain itu, kemungkinan pengucilan dan kehilangan pengaruh di dunia internasional karena agresi militer ke Taiwan juga menjadi penghambat serangan ke Formosa, selain bantuan pertahanan dari AS yang bermarkas di Jepang. Oleh karena itu, diplomasi dan usaha penghilangan pengakuan internasional bagi Taiwan adalah rencana terbaik dari Cina.

Secara umum, kebijakan Cina masih sama dan berkesan melanjutkan yang sudah ada. Akan tetapi, melihat perkembangan Cina sejak reformasi, maka bisa dilihat dengan kasat mata bahwa mereka akan semakin besar. Kemungkinan Olimpiade Beijing 2008 akan menjadi momentum besar selanjutnya bagi pembangunan Cina. Seperti naga muda mereka akan semakin matang dan siap melahap dunia dalam “arus” yang ditimbulkannya. Kini tinggal apakah Indonesia bisa “menungganginya” untuk kemajuan negeri.

Ditulis dalam cina | Leave a Comment »